Monday, 7 August 2017

Berita Banyuwangi Hari Ini 07 Agustus 2017 (Go-Jek Pelayanan Publik Dan Ziarah Kebangsaan)

BanyuwangiSeru - Berita Banyuwangi Hari Ini 07 Agustus 2017 dan dalam kesempatan kali ini Admin akan merangkum berita Banyuwangi Hari Senin 07 Agustus 2017.

Berikut Adalah Daftar Berita Banyuwangi Hari Ini 07 Agustus 2017 :


1. Bupati Anas Ajak Pelajar Ziarah Kebangsaan ke Makam Bung Karno dan Mbah Hasyim


     Pemkab Banyuwangi mengajak para pelajar mengikuti program "Ziarah Kebangsaan" ke makam para tokoh besar, yaitu proklamator dan Presiden pertama Ir Sukarno, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim, dan Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Ini sebagai upaya menanamkan rasa kebangsaan, Rasanya sudah lama anak-anak muda kita tak diajak untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dengan aktivitas selain upacara atau seminar saja.

Program ini kita bikin beberapa angkatan, angkatan pertama 50 pelajar berangkat dalam bulan ini," ujar Pak Anas.

Anas meyakini, Ziarah Kebangsaan menjadi salah satu cara efektif untuk menanamkan rasa kebangsaan. Sepanjang perjalanan disiapkan bahan bacaan kebangsaan. 

Kita tumbuhkan rasa gotong-royong melalui aktivitas bersama, kita tanamkan ini sesuai pendekatan anak muda, bungkusnya traveling tapi isinya kebangsaan," Ujar Pak Anas.

"Rasa kebangsaan ini relevan ditanamkan dalam situasi apapun, tidak hanya saat ada ancaman paham terorisme seperti saat ini"

Anas menambahkan, para pelajar diharapkan bisa menyerap keteladanan dari para tokoh yang diziarahi makamnya. 

Pemikiran dan kiprah para tokoh besar itu telah memberi bukti besarnya rasa kebangsaan tanpa mempertentangkan antara menjadi agamis dan menjadi nasionalis.

Bung Karno, sambung Anas, yang selama ini kerap disebut sebagai tokoh nasionalis sejatinya mendasarkan nasionalismenya pada aspek religius.

Bung Karno itu Presiden pertama yang mengutip ayat Quran saat berbicara di PBB, disaksikan seluruh dunia. 

"Bung Karno juga meminta fatwa keagamaan dari Mbah Hasyim soal nasionalisme di era penjajahan"

Sedangkan KH Hasyim Asyari adalah pemimpin Islam yang mengajarkan pentingnya komitmen kebangsaan. 

"Mbah Hasyim menegaskan bahwa cinta Tanah Air sebagian dari iman"

Demikian pula KH Wahid Hasyim dan Gus Dur adalah ulama sekaligus tokoh bangsa yang rasa kebangsaan dan penghargaannya terhadap kebhinekaan tak perlu diragukan lagi.

Dari pemikiran dan kiprah para tokoh tersebut, kaum muda bisa belajar bahwa komitmen kebangsaan yang utuh harus lahir secara ideologis dan berlandaskan keimanan.

"Kita jadi tahu bahwa tidak ada perbedaan antara menjadi orang beragama yang taat pada keyakinan masing-masing sekaligus menjadi Indonesia, menjadi religius dan berkomitmen pada kebangsaan. 

Jembatan inilah yang kita bangun di jiwa generasi muda lewat Ziarah Kebangsaan,"

"Sudah saatnya kaum muda menyatukan kain kebangsaan, seperti dulu pernah dilakukan bersama-sama oleh Bung Karno dan Mbah Hasyim. Semoga program ini menginspirasi,"

Kepala Bagian Humas Djuang Pribadi menambahkan, Pemkab Banyuwangi akan menyeleksi para pelajar untuk diikutkan program ini. 

"Mekanismenya melalui kreasi di media sosial, dan akan diumumkan di akun media sosial Pemkab Banyuwangi".

2. Banyuwangi Berangkatkan Tiga Kloter Jamaah Calon Haji

     Rombongan jama'ah calon haji asal Banyuwangi resmi dilepas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Minggu malam (6/8). 

Dalam sambutannya, Bupati Anas memohon kepada para jama'ah untuk mendoakan Indonesia dan Banyuwangi.

"Setiap Sholat ataupun ketika berada di tempat-tempat mustajabah, kami memohon untuk kedamaian Indonesia pada umumnya, dan kesejahteraan Banyuwangi pada khususnya," pinta Anas.

Selain itu, Anas mengharapkan, para jamaah haji bisa menjadi duta bagi Banyuwangi. Dengan berkumpulnya jamaah dari seluruh daerah di Indonesia, bahkan dari berbagai penjuru dunia, menjadi momen tepat untuk memperkenalkan Banyuwangi.

"Para jamaah, bisa menjadi duta untuk mengabarkan berbagai hal yang baik di Banyuwangi. Berikan jawaban yang memuaskan ketika ada jamaah dari daerah lain yang menanyakan tentang Banyuwangi," harapnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Slamet menyebutkan, Ada 1.271 jamaah calon haji dari Banyuwangi. 

Terdiri dari 619 laki-laki dan 652 perempuan. Mereka tergabung dalam tiga kloter. Yaitu kloter nomer 35, 36 dan 37.

Jamaah haji termuda asal Banyuwangi disandang oleh Fandaratsani Tsaqif Ibrahim binti Sugeng yang berusia 20 tahun. 

Sedangkan yang tertua, adalah ibu Romlah binti mustam yang berumur 87 tahun. Mereka nantinya akan tinggal Sektor 6, Raudlah Aziziyah. Sekitar empat kilometer dari Masjidil Haram.

3. Bupati Anas Ajak Go-Jek Kolaborasi Kerek Kualitas Pelayanan Publik

     Pemkab Banyuwangi mengajak perusahaan pengembang teknologi Go-Jek untuk berkolaborasi membantu peningkatan pelayanan publik. 

Untuk keperluan itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas telah rapat dengan manajemen Go-Jek.

Anas mengatakan, ada dua skema yang didorong kerja samanya. Pertama, soal peningkatan pelayanan publik.
Bupati Anas Ajak Go-Jek Kolaborasi Kerek Kualitas Pelayanan Publik
Bupati Anas Ajak Go-Jek Kolaborasi Kerek Kualitas Pelayanan Publik
Kedua,kontribusi Go-Jek untuk ikut menggerakkan ekonomi warga Banyuwangi, terutama pelaku usaha kecil dan menengah.

”Soal pelayanan publik, kita cari formula bagaimana kolaborasinya. Tujuannya biar warga dimudahkan. 

Kita bahas beberapa opsi, seperti layanan antar dokumen kependudukan, memudahkan penanganan medis, dan sebagainya. 

Nanti ditajamkan tim teknis,” ujar Pak Anas.

Menurut Anas, kolaborasi ini akan memudahkan warga mengakses pelayanan publik. Beberapa hal bisa dilayani tanpa merepotkan warga.

Model kerja sama yang kedua adalah mengoptimalkan kehadiran Go-Jek di Banyuwangi untuk menggerakkan ekonomi warga, Saat ini Go-Jek sudah beroperasi di Banyuwangi.

”Layanan berbasis online saat ini tidak bisa dihindari. Tinggal bagaimana peran pemerintah dengan hadirnya industri online ini"

Anas menyebut sejumlah fitur yang bisa dikolaborasikan untuk menggerakkan ekonomi lokal, seperti antar makanan yang berguna bagi warung kuliner khas Banyuwangi.  

”Wisatawan yang mungkin lelah seharian berwisata, cukup pesan dari hotel atau homestay ke warung-warung milik warga yang jual sego tempong, rujak soto, pecel rawon dan sebagainya,” ujar pak Anas.

Selain itu, Go-Jek bisa menyediakan jasa transportasi ke Gunung Ijen, tentu spesifikasi kendaraan harus sesuai rute tanjakan. 

Misalnya ada jasa ojek untuk naik Ijen, tapi motornya harus motor trail, itu kan lebih seru bagi wisatawan. 

"Saya minta semua mitra pengemudinya adalah warga Banyuwangi," kata Pak Anas.

Senior Advisor Public Affairs Go-Jek Aziz Hasibuan menyambut baik ajakan Bupati Anas. Apa yang ditawarkan Anas sesuai visi Go-Jek. 

”Salah satu visi kami adalah visi sosial, mengangkat ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan kemajuan teknologi,” ujar Pak Anas.

Aziz menambahkan, manajemen Go-Jek segera membahas detil model kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Banyuwangi. ”Teknologi memudahkan kita melakukan inovasi. 

"Kita segera bahas ini di tim Go-Jek dan dinas terkait,” ujar Pak Anas.

Go-Jek sengaja masuk ke Banyuwangi karena dinilai memiliki potensi pasar yang besar. "Sebelum datang, kita melakukan riset pasar, baik langsung ke masyarakat maupun melalui analisis di media sosial. 

Banyuwangi punya potensi besar, dan Go-Jek ingin ikut membantu pengembangan ekonomi daerah ini, terutama untuk pelaku UKM,"

Itulah Rangkuman Berita Hari ini 07 Agustus 2017, jangan lupa sesalu berkunjung ke Blog ini karna akan ada berita menarik setiap harinya....

Banyuwangi Seru

About Banyuwangi Seru

Semoga dengan adanya Blog Banyuwangi Seru ini bisa memberikan sedikit manfaat kepada masyarakat Luas dan Banyuwangi Khususnya.

Subscribe to this Blog via Email :