Thursday, 10 August 2017

Berita Banyuwangi Hari Ini 10 Agustus 2017 (Promosi Banyuwangi ke Eropa, Piagam Cagar Biosfer)

Kumpulan Berita Banyuwangi Hari Ini 10 Agustus 2017 :

1. Bupati Anas Terima Piagam Cagar Biosfer Blambangan Dari Kementrian LHK

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyerahkan piagam penetapan Taman Nasional Alas Purwo dan Taman Wisata Alam Gunung Ijen sebagai Cagar Biosfer dunia kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. 

Penyerahan tersebut dilakukan  pada puncak Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Kamis (10/8), yang turut dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.

Kedua situs hayati tersebut ditetapkan sebagai Cagar Biosfer Blambangan bersama dengan TN Meru Betiri dan TN Baluran yang letaknya juga beririsan dengan Banyuwangi. 

Cagar Biosfer  (Biosphere Reserves) merupakan situs yang ditunjuk oleh berbagai negara melalui kerja sama program MAB-UNESCO untuk mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Menko Darmin Nasution mengatakan upaya konservasi membutuhkan leadership yang kuat dari seorang pemimpin. 

Selain itu juga diperlukan standar pemeliharaan konservasi dan pengelolaan konservasi untuk peningkatan kesejahteraan di sekitar hutan.

“Pengelolaan konservasi di sebuah daerah tidak akan berhasil tanpa adanya leadership dari pemimpin setempat. 

Perlu adanya peran dan dukungan dari Pemda untuk mewujudkan pengelolaan konservasi yang ideal,” kata Darmin.

Sebelumnya penetapan Cagar Biosfer Blambangan dilakukan pada sidang International Coordinating Council (ICC) Program MAB (Man and The Biosphere) UNESCO ke 28 di Kota Lima, Peru, 2016 lalu.  

Cagar Alam Blambangan menjadi cagar biosfer ke 11 yang dimiliki Indonesia.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan penetapan Cagar Biosfer Blambangan pada dua situs alam Banyuwangi semakin menguatkan komitmen Banyuwangi dalam mengususng konsep pariwisata ekoturisme. 

Dimana pengembangan pariwisatanya dilakukan berdasar pada kelestarian lingkungan dan harmoni dengan masyarakat.

Ini juga akan menjadi promosi yang strategis bagi Banyuwangi karena cagar Biosfer Blambangan masuk dalam jaringan cagar biosfer dunia.  

Ada 120 negara yang  menjadi anggota MAB-UNESCO yang setiap tahunnya melakukan pertemuan dan sharing tentang cagar budaya biosfer,” kata Anas.

Sementara itu pada acara puncak Hari Konservasi Alam Nasional tersebut tersebut Menko Darmin dan Menteri Siti Nurbaya melakukan pelepas liaran beberapa jenis satwa yang dilindungi. Ada sepuluh ekor satwa yang dilepasliarkan yaitu 5 ekor Merak Hijau, 4 ekor Elang Alap Jambul dan satu Elang Brontok.

“Ini adalah bentuk konservasi yang dilakukan pemerintah terkait satwa yang dilindungi,” ujar Mentri LHK Siti Nurbaya Bakar.

Acara tersebut akan dilanjutkan dengan Pembukaan Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia 2017 yang dilangsungkan di Gesibu, Blambangan, Banyuwangi, malam ini.

2. Kemenpar Gencarkan Promosi Banyuwangi ke Eropa

Banyuwangi - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong pengembangan pariwisata Banyuwangi. Salah satunya dengan mempromosikan Banyuwangi secara gencar di pasar Eropa.

Hal itu diungkapkan Asisten deputi pengembangan pemasaran Eropa Timur Tengab, Amerika, Afrika Kemenpar Nia Niscaya saat sosialisasi branding Majestic Banyuwangi di Banyuwangi, Kamis (10/8).

Nia menerangkan bahwa Banyuwangi masuk 10 daerah di Indonesia yang dibranding Kemenpar untuk dipromosikan. Branding yang ditetapkan oleh Kemenpar adalah Majestic Banyuwangi, yang artinya kemegahan. 

Majestic ini, kata Nia, sangat tepat menggambarkan keindahan kekayaan alam serta budaya Banyuwangi.

"Dengan branding ini akan memperkuat positioning Banyuwangi. Selain juga memudahkan bagi Kemenpar untuk menetapkan sasaran kawasan promosi," kata Nia.

Salah satu sasaran kawasan promosi untuk Banyuwangi adalah Eropa. Mengingat, lanjut dia, orang eropa memiliki kecenderungan tertarik pda kawasan yang memiliki keindahan alam dan budaya yang tinggi. 

"Orang Eropa itu lebih tertarik berlibur di kawasan yang alamnya bagus, juga yang memiliki tradisi. Banyuwangi ini bisa menjadi pilihan bagi turis Eropa," kata dia.

Untuk itu, kata Nia, Kemenpar akan bnyak mempromosikan destinasi wisata dan tradisi Banyuwangi di kawasan Eropa. 

Promosinya dilakukan dalam berbagai sarana. Mulai dari mengajak pelaku industri wisata untuk promosi ke luar negeri, maupun iklan dalam berbagai platform.

"Di bandara Schiphol Belanda telah kita pasang iklan tentang banyuwangi, di London ada 400 taksi yang kita branding Barong Banyuwangi. Di New York yang penduduknya millennial dan suka adventure, kita pasang iklan Plengkung. Terus akan kami promosikan," jelas dia.

Banyuwangi masuk 10 daerah di Indonesia yang dibranding Kemenpar untuk dipromosikan. Banyuwangi dinilai telah memenuhi konsep pengembangan pariwisata yang disyaratkan Kemenpar. Yakni amenitas, aksesibilitas, dan  atraksi.

"Karena syarat 3A itu telah dipenuhi Banyuwangi, ditunjang pula komitmen kepala daerahnya yang sangat mendukung. Itu sebabnya banyuwangi masuk 10 branding nasional dari Kemenpar. Semua sudah siap, tinggal dipromosikan saja," kata Nia.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berharap dengan branding ini bisa Banyuwangi dalam mengembangkan wisatanya bisa menyesuaikan dengan branding yang ditetapkan Kemenpar.

"Semoga pariwisata yang kita kembangkan ini bisa menggambarkan Majestic yang telah dipilih Kemenpar. Tentu berat menjaga imej ini, apalagi pilihan kata Majestic ini diambil dari hasil survey terhadap respoden nasional dan internasional. Saatnya Banyuwangi berubah dari kota Mistik ke Majestik," kata Anas.

3. Kementerian Kesehatan Ajak Masyarakat Banyuwangi Dukung Germas

BANYUWANGI - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup  Sehat (Germas), Rabu (9/8) di Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi. 

Kesempatan itu dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat Banyuwangi mendukung Germas.

Germas adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen  untuk meningkatkan kualitas hidup.

Menurut Kepala Bagian Hukum dan Organisasi PKJM Kemenkes, Setiyadi Nugroho, sosialisasi ini diperlukan sebab saat ini masyarakat dihadapkan pada persoalan penyakit yang bertukar pola. 

"Dulu penyebab kematian adalah penyakit yang menular, sekarang penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, stroke dan diabetes  justru menjadi penyebab kematian yang tinggi. Ini akan mengancam pola hidup sehat di masyarakat," kata Setiyadi.

Dengan pola Germas, masyarakat diarahkan agar mengetahui cara hidup sehat dengan diawali pola pencegahan. 

"Pola pencegahan ini dilakukan dengan dua pendekatan, yakni pendekatan keluarga dan kedua, melalui Germas dengan melibatkan semua unsur," ujar Setiyadi.

Setiyadi mengaku terkesan menyelenggarakan kegiatan ini di Banyuwangi. "Banyuwangi ini istimewa, karena antara pemerintah daerah dan jajarannya bersinergi. Misal sekarang yang mau digarap adalah pariwisatanya. 

Itu yang mendukung bukan hanya Dinas Pariwisatanya saja, tapi juga semua stakeholders hingga masyarakat. Ini yang kami apresiasi, sebab sebesar apa pun biaya yang dimiliki,  kalau tidak ada komitmen, tidak akan bisa terbangun," kata Setiyadi.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, Heru Santoso menyambut baik pelaksanaan acara ini. 

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat. Jika sekarang penyakit tidak menular jadi penyebab utama kematian, maka cara pencegahannya adalah dengan rajin berolahraga, ketersediaan akses air bersih, pemukiman yang sehat dan layak, dan perlunya perubahan perilaku secara lebih sistematis. 

"Ini jadi pilihan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat," kata Heru saat membuka acara tersebut.

Acara ini diikuti 150 peserta yang berasal dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), masyarakat umum, kalangan akademisi, pramuka, paramedis, Tim Penggerak PKK, lurah, kades, tokoh agama dan tokoh masyarakat. 

Acara ini dikemas dalam bentuk paparan, talkshow dan tanya jawab. Anggota Komisi XI, Nihayatul Wafiroh juga dihadirkan sebagai salah satu pembicara. 

Kegiatan ini juga diwarnai dengan edukasi tentang gerakan cuci tangan dengan air bersih, menggalakkan makan buah dengan gerakan makan buah lokal bersama, dan senam peregangan otot yang dianjurkan untuk dilakukan tiap jam 10 dan 12 siang. 
 Biosfer Blambangan
Berita Banyuwangi Hari Ini 10 Agustus 2017

Banyuwangi Seru

About Banyuwangi Seru

Semoga dengan adanya Blog Banyuwangi Seru ini bisa memberikan sedikit manfaat kepada masyarakat Luas dan Banyuwangi Khususnya.

Subscribe to this Blog via Email :