Wednesday, 9 August 2017

Berita Banyuwangi Hari Ini 09 Agustus 2017 (Smart Kampung Banyuwangi)

Kumpulan Berita Banyuwangi Hari Ini 09 Agustus 2017

1. Balai Besar POM Jajaki Kerjasama Perlindungan Pangan di Banyuwangi

BANYUWANGI - Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya, Hardaningsih, melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Rabu (9/7). 

Kedatangannya ini untuk menjajaki kerjasama perlindungan keamanan pangan di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini.

Hardaningsih mengatakan Kabupaten Banyuwangi telah bertransformasi menjadi salah satu primadona pariwisata di Indonesia. 

Bahkan, pesona daerah di ujung Timur Pulau Jawa ini juga telah dikenal hingga ke manca negara. Maka tak heran, kalau Banyuwangi kini banyak dikunjungi para pelancong, baik domestik maupun turis asing.

“Dalam kondisi seperti ini, kami harap masyarakat dan para pelaku usaha di Banyuwangi semakin menyadari pentingnya makanan dan obat-obatan yang aman. 

Karena, kuliner juga menjadi pendukung pariwisata yang dapat menggerakkan perekonomian daerah. 

Maka, kami tertarik untuk menjajaki kerjasama terkait perlindungan keamanan pangan di Banyuwangi,” kata Nining, sapaan akrabnya. Nining datang ke Banyuwangi bersama lima orang rombongannya.

Dijelaskan Nining, ada dua skema kerjasama yang akan dilaksanakan dengan cara mensinergikan program-program BBPOM dengan program pemerintah daerah. 

aitu memberikan edukasi kepada para pelaku usaha kuliner dan IKM obat tradisional.

“Teknisnya kita lakukan melalui pelatihan dan dialog. Misalnya, Disperindag mempunyai program pelatihan bagi pelaku usaha jamu, kami siap menyediakan nara sumbernya. 

Begitu juga saat ada pelatihan pelaku usaha kuliner, sehingga kami bisa bertatap muka langsung untuk mengedukasi mereka,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, pelaku usaha jamu akan diajarkan beberapa hal. 

Seperti komposisi bahan dan cara membuat jamu yang tepat, memilih kemasan yang aman dan higienis, dan yang terpenting tidak mencampur jamu dengan bahan kimia obat (BKO) yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.

Tak jauh berbeda, para pelaku usaha kuliner juga akan diajarkan bagaimana memproduksi makanan yang tidak hanya lezat, namun juga higienis, aman, dan menyehatkan. 

IKM akan diedukasi diantaranya tentang cara memasak yang tepat, kandungan gizi, packaging yang aman, pelabelan yang benar, hingga memperhatikan tanggal kadaluwarsa.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko menyambut baik tawaran kerjasama tersebut. 

Dia pun berharap kerjasama ini dapat terealisasi sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Banyuwangi akan pentingnya makanan dan obat-obatan yang aman.

Wabup juga sempat memaparkan inovasi-inovasi pemkab terkait perlindungan pangan bagi warga. Salah satunya, pemkab meluncurkan program inspektur cilik di sekolah-sekolah untuk melindungi anak-anak dari jajanan berbahaya.

“Inspektur ini dibentuk di tiap-tiap kelas. Mereka akan mengawasi temannya untuk tidak jajan makananan yang mengandung zat yang membahayakan tubuh.
Bila inspektur ini mengetahui ada temannya jajan yang tidak sehat, dia bisa langsung mengingatkan temannya atau lapor ke guru dan kepala sekolah langsung,” terang Wabup saat menerima rombongan ini di Lounge Pelayanan Publik.

2. Bupati Anas Presentasikan Smart Kampung di Forum Walikota Malaysia

KUALA LUMPUR - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas diundang dalam acara Mayor Caucus atau pertemuan walikota di Malaysia, Rabu (9/8). 

Anas mempresentasikan tema "The Transformation of Banyuwangi: Challenges and Outcomes".

Anas mengatakan, merupakan kehormatan bagi Banyuwangi bisa diundang dalam forum-forum internasional. Sebelumnya, Banyuwangi juga diundang mempresentasikan pengembangan daerahnya di sejumlah negara lain, seperti Jepang.

"Di forum seperti ini kita bisa mengambil pengalaman dari kota-kota di Malaysia. Jadi saling mengisi. Recharge semangat, recharge ide-ide, untuk bekal mengembangkan daerah ke depan. 

Belajar praktik global untuk diterapkan sesuai kondisi lokal kami," ujar bupati 44 tahun itu.

Para walikota di Malaysia juga dijadwalkan mengunjungi Banyuwangi pada akhir tahun ini. "Kami juga akan wujudkan ini dalam sister city biar mudah bersinergi dan saling berbagi," ujar Pak Anas.

Dalam forum tersebut, Anas menyampaikan sejumlah inovasi daerah. Di antaranya "Smart Kampung", sebuah program yang mendorong pengembangan desa melalui pendekatan teknologi informasi, perbaikan pelayanan publik, dan ekonomi. 

Banyuwangi mempunyai e-village budgeting yang telah diadopsi sejumlah daerah lain di Indonesia untuk meningkatkan tata kelola keuangan desa, di mana di dalamnya ada e-monitoring system untuk memantau perkembangan pembangunan desa dari nol sampai seratus persen penyelesaian proyek.

"Desa adalah garda depan pelayanan. Karena Banyuwangi adalah daerah terluas di Pulau Jawa, waktu tempuh dari desa ke pusat kota bisa sampai dua bahkan tiga jam. Maka secara bertahap kami berupaya membangun pelayanan berbasis teknologi di tingkat desa. Beberapa dokumen kini cukup diselesaikan di desa, padahal dulu harus diurus di pusat kota dan lama," ujarnya.

Anas juga menekankan pentingnya perubahan paradigma birokrasi agar lebih responsif. Tidak ada daerah yang tumbuh tanpa masalah, mulai dari masalah sosial, ekonomi, sampai keamanan. Tinggal bagaimana merespons masalah tersebut untuk dicarikan solusinya.

Anas juga memaparkan soal inovasi pengembangan wisata di mana Banyuwangi Telah berhasil meraih penghargaan dari Badan Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (The United Nations World Tourism Organization/UNWTO) untuk kategori ”Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola".

Penataan destinasi juga telah meningkatkan kunjungan wisatawan. Untuk wisatawan domestik, dari tingkat kunjungan sekitar 500.000 wisatawan pada 2010 meningkat menjadi kisaran 4 juta orang pada 2016. Adapun wisatawan mancanegara naik dari kisaran 7.000 menjadi 75.000 wisman. 

Jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi pun melonjak 1.340 persen dari 7.826 orang pada 2010 menjadi lebih dari 112.000 pada 2016.

"Insya Allah kami targetkan Bandara Banyuwangi akan ada international flight secara langsung pada 2019. Pararel dengan itu kini sedang dibangun marina terintegrasi oleh BUMN yang siap menampung yacht-yacht," ujar Anas

3. 24 Penegak dan Pandega Kwarcab Banyuwangi Akan Berangkat ke Rainas

BANYUWANGI – Sebanyak 24 Penegak dan Pandega dari Kwartil Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Banyuwangi, akan mengikuti Raimuna Nasional (Rainas) XI di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, 13-21 Agustus 2017.

Ke 24 anggota pramuka ini adalah para pelajar terpilih dari berbagai SMA/SMK yang ada di Banyuwangi. Wajah-wajah bahagia dan ceria tampak menyelimuti mereka, seperti yang terlihat pada Faradila Utami. 

Pelajar dari SMAN I Genteng ini, menyatakan bangga bisa mewakili Banyuwangi mengikuti Rainas. “Senang sekali bisa berangkat ke Rainas, ini impian saya, karena bisa ketemua banyak teman dan sahabat, tentu juga dapat ilmu baru,” kata siswa kelas XI ini. 

Sebelum berangkat ke ajang pentas pramuka tingkat nasional tersebut, mereka sempat berpamitan kepada Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiyatmoko yang juga selaku Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka, Banyuwangi.

Dalam kesempatan ini, Wabup Yusuf meminta para wakil delegasi Banyuwangi ini untuk turut memprpmosikan Banyuwangi selama mengikuti Rainas di Cibubur.

“Rainas ini kan pestanya pramuka seluruh Indonesia. Tentu disana kalian akan saling bertemu dengan banyak teman yang datang dari seluruh nusantara, gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan prestasi dan kehebatan daerah kalian,” kata Wabup, saat melepas kotingen ini, di Lounge Pelayanan Publik, Rabu (9/8).

Dikatakan Wabup Yusuf, saat ini kondisi Banyuwangi sudah jauh berbeda dengan tujuh tahun lalu. Beragam prestasi dan penghargaan dari berbagai bidang telah diraih Banyuwangi. 

Mulai dari pemerintahan, pariwisata, pendidikan, inovasi pelayanan publik, kesehatan hingga kebersihan telah disandang Banyuwangi.

“Sebagai duta Banyuwangi, kalian harus membekali wawasan dan informasi yang banyak tentang Banyuwangi, misalnya bisa menunjukkan sejumlah destinasi dan obyek pariwisata yang bisa dikunjungi wisatawan dan kemudahan akses menuju ke sana,” kata Wabup.

Selain itu, Wabup juga sempat memberikan suport dan motivasi kepada anak-anak ini untuk percaya diri selama mengikuti kegiatan Rainas. 

“Selama disana kalian harus percaya diri, kalian ini adalah anak-anak terpilih dan berprestasi di bidang pramuka. Ini kan bukan ajang kompetisi tapi ajang saling mengenal antar pramuka dari berbagai suku, kalian harus menggunakan kesempatan ini dengan baik, sehingga saat pulang nanti banyak ilmu yang diperoleh,” pungkas Wabup.

Sementara itu Sekretaris Kwarcab Pramuka Kabupaten Banyuwangi, drh Budiyanto menambahkan, 24 penegak dan pandega ini adalah para pelajar dari berbagai SMA dan SMK Negeri/swasta yang ada di Banyuwangi. 

Mereka ini, para pelajar yang terseleksi dan terpilih. “Mereka akan mengikuti Rainas di Cibubur, dari tanggal 13 – 21 Agustus 2017. Besok pagi mereka akan kami berangkatkan dari Kwarcab Pramuka,” kata Budiyanto. 

Selama semingu nanti, para pelajar ini akan mengikuti Rainas di Bumi Perkemahan Cibubur dengan sejumlah kegiatan senang-senang yang positif dan mengispirasi. 

Antara lain, Untuk di area perkemahan, pentas seni, festival dan karnaval, jumpa tokoh dan kegiatan lain.
Berita Banyuwangi Hari Ini 09 Agustus 2017

Banyuwangi Seru

About Banyuwangi Seru

Semoga dengan adanya Blog Banyuwangi Seru ini bisa memberikan sedikit manfaat kepada masyarakat Luas dan Banyuwangi Khususnya.

Subscribe to this Blog via Email :