Friday, 25 May 2018

Jelang Lebaran, Penjual Bolu Klemben Banyuwangi Laris Manis

Ditemui di rumah produksinya di kawasan Sumberrejo Pakis, Kecamatan Banyuwangi, Yayuk terlihat sibuk membuat bolu. Dia mengaku banyak mendapat order saat bulan puasa ini. Mulai dari pesanan perorangan hingga toko-toko roti. Konsumennya ini macam-macam dari partai kecil hingga partai besar.

"Ini saya lagi menyelesaikan pesanan 100 box dari toko," ujar Yayuk. Bolu buatan Yayuk ini di-brand "Klemben Grinsing", Jajane Wong Using.
Jelang Lebaran, Penjual Bolu Klemben Banyuwangi Laris Manis

Meski tergolong pemain baru di usaha kue kering, Klemben Grinsing ini sudah merambah pasar luar kota. Sebut saja pesanan datang datang dari Balikpapan, Jakarta, Yogya, Solo, hingga Malang.

Maklum saja, kue bolu ini menawarkan cita rasa yang berbeda. Selain lebih crispy, bolu buatan Yayuk menawarkan banyak rasa pilihan. "Sekarang yang ada rasa original, keningar, gula aren. Habis ini saya buat  rasa kopi, karena kopi Banyuwangi kan terkenal enak," jelas dia.

Yang membuat Klemben Grinsing ini berbeda dengan bolu lain adalah kemasannya. Packaging-nya didesain sangat menarik. "Bagi saya, kemasan itu penting. Bisa menambah nilai jual produk kita. Itu yang saya dapat dari pelatihan-pelatihan UMKM yang digelar pemkab. Dan memang banyak yang memuji desain produk saya," kata Yayuk.

Yayuk mengaku kemasan menarik kuenya merupakan hasil desain dari Rumah Kreatif Banyuwangi. Rumah Kreatif merupakan wadah yang dikelola Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi untuk pengembangan produk UMKM. Rumah Kreatif yang dikelola anak-anak muda kreatif ini memfasilitasi pengusaha kecil untuk up gradeproduk, konsultasi seputar teknis pengiriman barang, membuat kemasan hingga mengelola market place, www.banyuwangimall.com .

"Awalnya saya dengar kalau Rumah Kreatif ini memfasilitasi UMKM mulai dari desain, foto produk, hingga pemasaran. Lalu saya datang ke sana, dan difasilitasi anak-anak muda yang kerja di sana. Dan hasilnya bikin saya puas," jelas Yayuk.

"Klemben Grinsing ini juga sudah kami pasarkan online di situs belanja UMKM Banyuwangi, www.banyuwangi-mall.com, jadi bisa dipesan online," kata Yayuk.

Harga yang dibandrol setiap packagingnya cukup murah hanya Rp 15 ribu. Dalam satu kemasan berisi 40 biji bolu. Kue tersebut dimasukkan lalu dimasukkan dalam kemasan berwarna orange dengan desain khas Banyuwangi, ada gambar Seblang dan batik Gajah Oling.

"Ini kan usaha patungan dengan teman saya. Dulu kami suka nonton Seblang, dan suguhannya warga desa selalu ada klemben. Ini akhirnya yang mengilhami kita untuk usaha ini," ujar Yayuk yang juga sebagai penjual nasi bakar.

Selama ramadhan ini, wanita paroh baya ini mengaku bekerja lebih pagi, karena banyaknya pesanan. Maklum, dalam sehari dia mentarget harus membuat kue bolo 500 – 600 biji klemben. Mereka biasa memulai pekerjaan pukul 08.00 Wib dan selesai jam 14.00 Wib.

"Khusus Ramadhan ini, pesanan nambah banyak. Sehari kita produksi lebih dari 700 bolu, karena banyak yang nyari untuk oleh-oleh keluarga maupun suguhan di hari Lebaran," pungkas Yayuk.

Jalan Pengurai Kemacetan Kota Mulai Dibangun

BANYUWANGI – Untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas menuju kota Banyuwangi, pemerintah tengah memulai pengerjaan jalan lintas timur (JLT) dari sisi utara dan selatan. 

JLT adalah jalan alternatif yang dibuat pemerintah dari arah urata Banyuwangi melalui pesisir pantai. Jalan tersebut dimulai dari wilayah pesisir kelurahan Lateng – Tembokrejo – Sumbersewu,  Muncar, dengan panjang jalan sekitar 35 km.
Jalan Pengurai Kemacetan Kota Mulai Dibangun

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang (PU-CKPR) Mujiono mengatakan, saat ini pemerintah tengah memulai pengerjaan JLT dari ujung utara dan selatan.  Dari arah utara mulai digarap dari Jalan Bilitung, Kelurahan Lateng menuju Pantai Boom. 

Mujiono menuturkan, jalan ini akan menjadi jalan alternatif tatkala arus lalu-lintas menuju Kota Banyuwangi macet karena padatnya kendaraan. Panjang JLT dari arah utara menuju Pantai Boom mencapai 2,5 kilometer, dengan konstruksi jalannya menggunakan beton cor yang memiliki ketebalan mencapai 10 cm.

“Sengaja kita pakai kontruksi beton cor karena jalannya menuju ke pantai sehingga membutuhkan rangka yang kuat agar tidak mudah rusak,” ujarnya.

Pengerjaan proyek jalan ini telah dimulai April lalu dan ditargetkan September 2018 sudah rampung. Saat ini kondisinya sudah mencapai 40 persen. Meski baru 40 persen, minimal sudah bisa dilewati dan bisa membantu mengurai kemacetan di kota,” kata Mujiono.

Sementara itu, JLT dari arah selatan dimulai dari arah Tembokrejo menuju Sumbersewu, Kecamatan Muncar. Untuk sisi ini, pemerintah tidak membangun jalan baru melainkan hanya memperlebar jalan yang sudah ada. Dari jalan yang lebar sebelumnya 4 meter dilebarkan 6 meter, dengan kontruksi jalannya aspal hotmix.

Adapun panjang jalan mencapai 5 kilometer. Selain JLT, imbuhnya, pemberintah juga tengah melebarkan sejumlah jalan atlernatif yang menghubungkan antar desa dan kecamatan. Diantaranya, jalan lingkar Rogojampi, dari ruas jalan jurusan Desa Labanasem menuju Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat dan  jalan menuju Kecamatan Glenmore lewat Kecamatan Sempu.

”Pelebaran jalan terusan itu diperlukan mengingat jalan lingkar barat Rogojampi diproyeksi menjadi jalan alternatif kendaraan bertonase berat dari arah Banyuwangi menuju Kecamatan Genteng dan sebaliknya. Sehingga ini bisa menjadi alternatif jika jalan poros Kota Rogojampi mengalami crowded,” pungkasnya.

Thursday, 24 May 2018

Banyuwangi Kembali Menjadi Tempat Syuting Film Nasional

Kali ini rumah produksi Star Vision melakukan syuting di dua lokasi di Banyuwangi yaitu Djawatan Benculuk dan Perkebunan Glenmore,Film berjudul KAFIR "Bersekutu Dengan Setan" ini akan tayang di bioskop tanggal 5 Juli 2018.

Booming Film Horor Nasional mampu meraih minat penonton, membuat genre Film ini semakin meningkat jumlahnya di tahun 2018. Walaupun ide dan ceritanya masih berputar pada permasalahan yang sama. Tapi kita tetap harus menyaksikannya, karena tiap rumah produksi dan sutradara pasti memiliki penggarapan yang berbeda, seperti halnya film berjudul ‘Kafir’ ini.

Beberapa artis top turut membintangi film ‘Kafir’, di antaranya Putri Ayudya, Sujiwo Tejo, Indah Permatasari, Teddy Syach, dan Nova Eliza.

Banyuwangi Kembali Menjadi Tempat Syuting Film Nasional

Detail Film

Produser : Chand Parwez Servia, Fiaz Servia
Sutradara : Azhar Kinoi Lubis
Penulis : Rafki Hidayat, Upi
Pemeran : Putri Ayudya, Sujiwo Tejo, Indah Permatasari, Rangga Azof, Nadya Arina
Tanggal Tayang : 05 July 2018

Film berjudul KAFIR 2018 "Bersekutu Dengan Setan" adalah Film Horror yang bercerita tentang Sebuah keluarga yang hidup damai dan harmonis tiba-tiba mengalami kejadian tak terduga. 

Di suatu makan malam sang Bapak tiba-tiba kesakitan dan sebelum mati ia mengeluarkan beling dari mulutnya. Sejak saat itu, kedamaian keluarga itu terusik. Ibu mendapatkan teror-teror gaib.  
Banyuwangi Kembali Menjadi Tempat Syuting Film Nasional

Sikap Ibu mulai aneh dan seringkali ketakutan. Bersamaan dengan itu Jarwo (Sujiwo Tejo), dukun di kampung mereka, tiba-tiba mati misterius dan rumahnya hangus terbakar. 

Andi (Rangga Azof) dan Dina (Nadya Arina) tidak rela kejadian yang menimpa bapak mereka, akan menimpa ibu mereka. Mereka mencari penyebabnya demi menyelamatkan nyawa ibu mereka.

Tonton Film Kafir 2018 - Official Trailer 

Jadwal lengkap film KAFIR hari ini di seluruh bioskop Indonesia dan harga tiketnya meliputi XXI, Cinemaxx, CGV, New Star Cineplex, Platinum Cineplex.

Dua Anggota DPRD Bercanda Bom Digelandang Polisi

Banyuwangi - Dua anggota DPRD Banyuwangi Basuki Rahmat dan Naufal Baderi diduga bercanda mengatakan ada bom di tas penumpang lain. Keduanya sudah digelandang polisi.

Kejadian ini terjadi sekitar pukul 12.25 WIB, Rabu (23/5/2018) di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur. Basuki yang juga Ketua DPC Hanura Banyuwangi awalnya masuk ke ruang pemeriksaan dan sempat menghampiri penumpang lain yang juga anggota dewan, Marifatul Kamila. Di sinilah, Basuki bercanda soal bom.

"Saat pemeriksaan itu Basuki mengatakan ada bahan peledak di koper ibu Rifa itu. Sempat ditanya petugas oknum anggota dewan itu tetap bilang itu ada bom. Sempat ditegur petugas, tapi malah marah," ujar Kapolsek Rogojampi, Kompol Suhariyono.

Tak ingin kecolongan, petugas kemudian berkoordinasi dengan petugas keamanan maskapai penerbangan Garuda agar menahan Basuki untuk tetap berada di ruang tunggu. Nah, saat itu Naufal yang Ketua DPC Gerindra Banyuwangi juga bercanda soal bom ke pramugari.

"Saat penumpang tersebut akan naik ke pesawat, seorang rekan penumpang yang bernama Nouval Baderi menyatakan kepada pramugari bahwa tas yang dibawanya berisi bom," ujar Suhariyono.

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman menegaskan bahwa tindakan dua anggota itu telah melanggar Undang-Undang Penerbangan. Dalam Pasal 344 dijelaskan, setiap orang dilarang melakukan tindakan melawan hukum yang membahayakan keselamatan penerbangan dan angkutan udara. Salah satunya menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan. Termasuk mengaku membawa bom.

Saat dimintai konfirmasi, keduanya membantah bercanda soal bom.

"Tidak, saya tidak mengatakan itu," kata Basuki di Mapolres Banyuwangi.

"Bahan peledak kan banyak. Korek api juga bahan peledak. Ada juga parfum juga bahan peledak," kata Naufal di tempat yang sama.

Polres Banyuwangi akan melimpahkan kasus ini ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Juanda Surabaya.

"Sesuai dengan UU penerbangan nomer 1 tahun 2009 di pasal 437 ancaman satu tahun penjara. Namun kewenangan di pasal 399 dan Pasal 400 ada di PPNS," terang AKBP Donny.

Dua anggota DPRD Banyuwangi, Naufal Baderi dan Basuki Rahmat meminta maaf atas kecerobohannya bercanda tentang bom di Bandara Banyuwangi, Rabu (23/5).

Keduanya mengaku candaan itu dipicu ketidaktahuan mereka tentang larangan melontarkan lelucon bom atau bahan peledak di bandara.

"Kejadian ini diambil hikmahnya. Ternyata bandara itu memiliki aturan yang harus ditaati. Nyeletuk soal bom saja tidak boleh. Itu termasuk larangan," ujar Naufal kepada wartawan, Kamis (24/5/2018).

Basuki Rahmat pun memberikan komentar yang tak jauh berbeda. Ia mengaku baru tahu tentang larangan mengucapkan ada bahan peledak atau bom di bandara, meskipun itu hanya bercanda sebab dapat memicu kepanikan di kalangan dunia penerbangan.

Atas sikapnya itu, Basuki yang merupakan Ketua DPC Hanura Banyuwangi tersebut meminta maaf. Apalagi candaan tentang bom di tas ransel milik rekannya sesama anggota dewan ketika menjalani pemeriksaan SCP 2 Bandara Banyuwangi membuat heboh pemberitaan sejumlah media.

"Kepada masyarakat kami mohon maaf. Sebetulnya ini cuma miskomunikasi antara kami dengan pihak bandara. Tapi persoalan ini telah tuntas dan kami telah meminta maaf kepada pihak bandara untuk tidak mengulangi hal yang sama di lain waktu," tuturnya.

Permintaan maaf ini disampaikan kedua pihak saat hendak meninggalkan Mapolres Banyuwangi sekitar pukul 21.45 WIB, Rabu (23/5/2018) malam.

Basuki Rahmat dan Naufal Baderi dipersilakan meninggalkan Mapolres Banyuwangi setelah menjalani pemeriksaan sekitar 3 jam lebih.

Sementara itu, Manager Operasi Bandara Banyuwangi Suparman menegaskan, meski sudah meminta maaf, namun proses dugaan pelanggaran yang dilakukan dua oknum anggota dewan itu tetap dilanjutkan.

Hanya saja proses penyidikan masih menunggu penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) dari dunia penerbangan di Surabaya.

"Dalam surat pernyataan itu berisi permintaan maaf dan kesiapan bila sewaktu-waktu diperiksa oleh PPNS. Besok kita akan kirim berkas ke Surabaya. Lanjut atau tidaknya yang berwenang adalah PPNS yang nanti akan turun kemari," terangnya.

Dua Remaja Digerebek Orang Tua Dalam Keadaan Bugil

Dua Remaja Digerebek Orang Tua Dalam Keadaan Bugil
PURWOHARJO – Pasangan remaja berinisial YS, 17, dan pacarnya Dimas Bagaskara, 19, ini benar-benar kelewatan. Saat Ramadan, nekat berbuat tidak senonoh layaknya pasangan suami istri. Dimas akhirnya ditangkap polisi dan dijebloskan ke ruang tahanan Polsek Purwoharjo.

Polisi menangkap Dimas di rumahnya di Dusun Sidodadi, Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, karena orang tua YS tidak terima dan menuntut pelaku untuk diproses hukum. “Tersangka masih dalam proses pemeriksaan,” cetus Kapolsek Purwoharjo, AKP Ali Ashari.

Dimas dan YS itu sebenarnya baru kenal. Keduanya pada Minggu (20/5) janjian bertemu di depan deler Yamaha Purwoharjo. Keduanya bertemu tidak lama karena pelaku mengajak Leo Hadi, 19, temannya. “Mereka bertemu sebentar, lalu pulang,” terangnya.

Saat pulang itu, pelaku dan korban yang tinggal di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, janjian ketemu lagi pada malam harinya. Kali ini, pelaku hanya sendiri dan korban datang dengan naik motor. “Korban oleh pelaku diajak ke rumalmya,” kata kapolsek.

Saat berada di rumah pelaku, jelas dia, kebetulan sedang sepi. Di rumah itu, pelaku merayu untuk diajak tidur bareng. Meski sempat menolak, korban ternyata tidak kuat menahan rayuan gombal tersangka. “Keduanya akhirnya tidur bareng,” jelasnya.

Orang tua YS, ternyata kebingungan melihat putrinya sudah malam tidak pulang. Mereka akhirnya mencari ke rumah Dimas. Kebetulan, saat akan keluar itu YS pamitan akan ke rumah temannya itu. “Orang tua korban langsung mencari rumah pelaku,” cetusnya.

Saat pencarian itu, masih kata kapolsek, orang tua korban bertemu dengan Leohadi, dan diantar ke rumah Dimas. Setiba di rumah tersangka, rumahnya sedang tertutup. “Orang tua YS yang sudah kesal langsung masuk ke rumah dan kamar,” ujarya.

Saat masuk ke kamar itu, orang tua YS kaget melihat putrinya sedang tidur pulas dengan Dimas. Yang membuat orang tua itu marah, saat itu kedua remaja yang sedang dimabuk cinta itu tidak berpakaian alias telanjang. “Orang tua YS langsung lapor ke polsek,” cetusnya.

Dari laporan itu, polisi langsung bergerak dengan menangkap pelaku di rumahnya. Tersangka oleh polisi dibawa ke polsek untuk diproses hukum. “Untuk sementara tersangka kita amankan di polsek,” katanya

Sembako Murah? Datang Aja ke Pasar Murah Banyuwangi

Sembako Murah Banyuwangi – Bulan Ramadhan tahun ini, Pemkab Banyuwangi kembali menggelar pasar murah. Pasar murah ini menjual berbagai komoditas, mulai  dari sembako, sirup, kue kaleng, hingga pakaian jadi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banyuwangi Ketut Kencana menjelaskan, fasilitasi pasar murah ini dibuka hingga 8 Juni 2018 mendatang. Antara lain di Pasar Muncar dan halaman parkir Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Jl. A Yani Banyuwangi. “Di masing-masing titik, kami gelar pukul 09.00 – 15.00 WIB,” terang Ketut.
Sembako Murah? Datang Aja ke Pasar Murah Banyuwangi
Sembako Murah? Datang Aja ke Pasar Murah Banyuwangi

Dijelaskan Ketut, fasilitasi pasar murah merupakan hasil kerja sama pemkab dengan sejumlah pasar moderen, distributor, Badan Usaha Logistik (Bulog) Banyuwangi, PT Pertanian Negara Indonesia (Pertani), Persatuan Perusahaan Penggilingan Padi (Perpadi), produsen pengalengan ikan Pacific Harvest, dan Asosiasi Kerajinan Kuliner Kaos, Asesoris dan Batik (AKRAB).

Semua pihak yang terlibat tersebut, imbuh Ketut, sepakat menjual produknya dengan harga pabrik, yang dipastikan lebih murah dari harga toko/ pasar. “Tujuannya, agar masyarakat dapat menikmati kebutuhan pokok dengan harga murah selama puasa dan lebaran,” ujar Ketut.

Seperti saat pelaksanaan pasar murah di Pasar Muncar, Kamis  (23/5). Harga sembako memang terpantau selisih dari harga pasar, terutama beras yang paling diburu warga. Misal salah satu ritel di tokonya menjual beras medium harga Rp. 10.000 per kilogram, namun di pasar murah toko tersebut hanya menjualnya dengan harga Rp 8.500,-.

Beras premium dijual seharga Rp. 11.200, lebih rendah dari dari harga pasar Rp. 12.400. Minyak goreng Bimoli kemasan 1 Liter dijual Rp. 11.000, di pasaran Rp. 14.000. Begitu juga dengan produk sembako lainnya.

“Memang di sini lebih murah karena setiap distributor memberlakukan harga promo. Namun, harga promo ini tidak selalu sama di setiap titik. Tergantung promosi yang mereka berikan dan produk apa yang sedang mereka promosikan saat itu,” urai Ketut.

Pasar murah di Muncar ini akan digelar hingga Jumat, 24 Mei 2018. “Terakhir, akan digelar di halaman parkir Kantor Disperindag tanggal 28 Mei hingga 8 Juni mendatang,” jelas Ketut.

Warga pun menyambut antusias program pasar murah. Salah satunya Siti Aminatun, warga setempat yang terlihat memborong sembako. Dia membeli 200 liter minyak goreng, 100 kg gula pasir, dan 250 kg beras kemasan 5 kg.

“Harga sembakonya di pasar murah lebih murah daripada di toko-toko pasar. Belanja sembako banyak ini untuk zakat,” ujar Siti (49).

Selain pasar murah, Pemkab Banyuwangi bersama bulog juga akan menggelar kios pasar (Kipas) pada 28 Mei hingga 31 Desember 2018 di sembilan pasar yang tersebar di seluruh Banyuwangi. Yaitu pasar blambangan dan pasar induk di Kecamatan Banyuwangi, pasar Rogojampi, pasar Genteng 1 dan 2, pasar Srono, pasar Muncar, dan pasar Jajag Kecamatan Gambiran.

Dalam kegiatan ini, Bulog akan memasok beras murah ke sejumlah pedagang/ kios sembako yang ada di sembilan pasar tersebut dengan harga hanya Rp. 8.350 per kilogram. Dengan syarat, mereka harus menjualnya kembali ke konsumen dengan harga yang telah ditetapkan bulog sebesar Rp. 9000 per kilogram. Harga ini berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) saat ini yang sebesar Rp. 9.450 per kilogram.

“Tidak hanya memberi kemudahan warga memperoleh sembako harga murah saat ramadhan dan lebaran, kegiatan ini untuk menstabilikan harga hingga jelang lebaran nanti, yang tren harganya biasanya menighkat,” pungkas Ketut.